Arrow
Arrow
group-photo-after-journalism-workshop
Slider

Memasak, Kemampuan Survival Utama

Selain kuliah, menyelesaikan tugas-tugas dan mengikuti banyak kegiatan di program CCI seperti magang kerja, volunteer, seminar dan kemampuan pengembangan profesional lainya. Memasak, atau lebih tepatnya memasak dan mencicipi hasil olahan tangan sendiri adalah skill utama yang harus dimiliki untuk setiap mahasiswa yang akan hidup mandiri di luar negeri. Di Indonesia dengan berbekal uang Rp. 5.000, kita sudah bisa langsung makan di warung sebelah kos-kosan jika lapar. Di Amerika jangan harap ada makanan yang lima ribuan. Makan di restoran cepat saji seperti McDonalds atau makanan yang familiar dengan lidah Asia, Panda Express berkisar $6-$13, kalau dikurskan malah bisa bikin patah hati. Oleh karena itu kemampuan untuk bisa memasak sangatlah penting, bahkan kami dianjurkan dari program CCI (tertulis di dokumen) untuk belajar memasak sebelum ke negara yang terkenal sebagai konsumen hamburgers terbesar di dunia. Khususnya untuk teman-teman yang tidak familiar dengan masak-memasak, minimal bisa memasak nasi dan menggoreng telur. Jika sudah mencoba berulang-ulang kali kedua hal yang paling gampang berdasarkan SM2KI (Standar Menu Mahasiswa Kos-kosan Indonesia) namun tetap tidak bisa. Sebaiknya cobalah untuk refleksi diri, mungkin Anda memang tidak pantas tinggal di bumi dan perlu kembali ke planet asal.

Sameen

Sameen dari Pakistan sementara menyiapkan makanan khas dearah Balochistan

Memasak sendiri dan membawa bekal ke kampus dapat mengurangi banyak pengeluaran yang mungkin bisa digunakan untuk kebutuhan lainya, misalnya travel saat libur kuliah. Tidak percaya? saya contohkan detail harga di cafetaria kampus yang paling murah:

  1. Cofee $1,20
  2. Donat $1,15
  3. Pizza $4
  4. Air kemasan $1,50

Total harga $7,85 atau sekitar Rp. 102.913 (kurs $1/Rp. 13.110). Itu baru per-hari, coba dikalikan minimal 4 hari kuliah per-minggu, dalam satu bulan sudah bisa beli handphone keluaran terbaru di Indonesia. Makan di restoran yang bukan cepat saji lebih seram lagi (seram= untuk ukuran kantong mahasiswa) karena selain harga makananya yang rata-rata diatas dari jenis makanan cepat saji, kita juga harus menambahkan tip di setiap tagihan nota yang berikan oleh pelayan restoran. Saya lampirkan nota makanan di dua tempat berbeda, restaurant India dan Cina. Tip di kedua nota ini berkisar $1-$2, tidak tercantum karena nota ini untuk konsumen, tapi biasanya selalu terdapat bagian khusus untuk tip.

edit image

Jika membeli bahan makanan di toko grocery dengan harga yang sama dengan sekali makan di restoran, kemungkinan bisa untuk makan dua hari di apartmen dengan memasak sendiri. Saya lampirkan juga dua nota dari grocery terpopuler untuk CCIP yang berdomisili di kota Scottsdale, Arizona: Walmart dan Fry’s. Kedua supermarket ini menjual segala kebutuhan dan termasuk harganya sangat terjangkau dibandingkan dengan yang lain. Saya tidak bisa menyamaratakan dengan teman-teman di kota lain karena pasti berbeda.

Grocery image

Sudah siap untuk kuliah di luar negeri? mulailah bertanya-tanya di mama, tante, nenek, opa dan siapa saja yang bisa memberikan kursus singkat untuk memasak makanan khas keluarga. Ada satu tips yang penting untuk diingat, jangan lupa untuk belajar minimal satu makanan khas daerah agar saat ada acara-acara tertentu bisa sekalian menghidangkan makanan tersebut, promosi budaya sekaligus promosi diri. (Facebook: Glend)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *