Arrow
Arrow
group-photo-after-journalism-workshop
Slider

Komunikasi Individualisme VS Kolektivisme (bag. 1)

Komunikasi adalah aspek yang sangat penting saat bepergian ke luar-negeri, entah untuk kuliah, berlibur ataupun karena diminta oleh pihak kantor untuk perjalanan bisnis. Perbedaan gaya komunikasi antar-negara sering menjadi kendala yang berdampak langsung pada hubungan interpersonal dengan individu yang berasal dari negara lain. Alangkah baiknya kita mempelajari pola komunikasi di negara tujuan yang berbeda budaya untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan diri kita sendiri atau bahkan organisasi yang kita wakili. Gagal dalam berkomunikasi
dengan orang yang berbeda budaya dengan kita bisa berdampak buruk seperti kehilangan mitra bisnis/klien yang berarti kehilangan ratusan juta rupiah, nilai drop di kelas karena tidak bisa beradaptasi dengan gaya komunikasi yang berbeda, hingga salah mengikuti arahan saat ditunjukan jalan. Saya contohkan jika Anda ke Amerika pintar-pintarlah menguasai arah mata angin (utara, selatan, timur & barat) karena masyarakat disini selalu menginstruksikan sesuai arah tersebut. Nama-nama jalan-pun demikian, misalnya Scottsdale North dan Scottsdale South. Di Jepang, saat kehilangan arah jangan pernah tanya nama jalan, karena jalan tidak diberikan nama tapi block atau kompleks yang ditandai dengan nama-nama tertentu.

Di kelas intercultural communications kami banyak membahas tentang dua pola komunikasi yang umumnya sering digunakan oleh beberapa negara di dunia: individualisme dan kolektivisme. Gaya individualisme lebih banyak dianut oleh negara-negara barat, seperti Amerika Serikat, Australia dan Eropa. Untuk pola komunikasi dengan metode kolektivisme meliputi Asia, Latin Amerika dan penduduk asli Amerika (Indian).

Masyarakat yang tinggal dengan budaya individualisme lebih cenderung mengutamakan kepentingan dan pencapaian personal. Identitas “saya” lebih penting dibandingkan dengan orang lain, dan bahkan dalam bentuk hubungan keluarga hanya dibatasi dalam keluarga terdekat seperti ibu, bapak dan adik/kakak. Dalam budaya kolektivisme masyarakatnya lebih mengutamakan identitas kelompok dibandingkan urusan personal. Hubungan keluarga bisa sangat luas dan bahkan meliputi keluarga jauh. (bersambung ke bagian 2)

Komunikasi

Belajar langsung gaya komunikasi antar-negara lewat program CCIP

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *