Arrow
Arrow
group-photo-after-journalism-workshop
Slider

Komunikasi Individualisme VS Kolektivisme (bag. 2)

Dalam melakukan percakapan baik di kelas maupun di kantor dengan rekan kerja yang memiliki gaya komunikasi individualisme, mereka lebih cenderung untuk mengutamakan percakapan langsung dengan gaya konfrontal. Artinya saat dihadapkan dengan keputusan, Anda diminta harus memilih “iya” atau “tidak” dan kadang sesuai dengan pengalaman pribadi sebagai orang Indonesia, kami sulit untuk mengatakan “tidak”. Misalnya saat di ajak untuk acara makan malam, pasti saat bertanya kepada teman-teman orang Amerika, mereka akan langsung menjawab “yes, I will come” atau “no, I am busy this weekend”. Biasanya kami dengan budaya kolektivisme berusaha menghindar untuk mengatakan tidak, meskipun sangat yakin tidak bisa datang namun karena tidak ingin membuat teman atau tamu yang mengundang merasa tersinggung.

466d410acb79ae2390ebe95bb63d42dd

Begitu juga dengan “eyes contact” misalnya di lingkungan kerja. Mereka dengan latar-belakang budaya individualisme sangat mengharapkan kita menatap langsung ke mata lawan bicara ataupun sebaliknya saat melakukan percakapan. Hal ini kerap kali menimbulkan salah paham karena kita dengan budaya kolektivisme yang tergolong kuat dengan faktor hierarki agak sulit melakukan kontak mata kepada lawan bicara yang lebih tua atau bahkan memiliki posisi lebih tinggi dari kita.

Perusahan-perusahaan asing yang beroperasi di Asia-pun lebih cenderung menggunakan cara komunikasi yang berasal dari negara mereka. Salah satu dosen yang mengajar di workshop Project Management sebelumnya bekerja di perusahaan terkemuka Amerika yang beroperasi di Malaysia, mengungkapkan dia kadang memiliki tantangan dalam mengelolah tim yang berlatar belakang budaya komunikasi yang berbeda, khususnya Asia karena aspek hierarki yang sangat kuat. Jadi aspek komunikasi antar-budaya tidak hanya ke luar negeri mungkin saja di daerah Anda masing-masing dimana Anda harus berhubungan langsung dengan para potensial investor atau petinggi perusahaan yang akan membawa dollar untuk pengembangan daerah. Tidak bisa berkomunikasi dan memahami secara baik berarti peluang demi peluang akan hilang lenyap. (Facebook: Glend)

2 key differences between individualist and collectivist societies

 

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *