Arrow
Arrow
group-photo-after-journalism-workshop
Slider

Mengejar Beasiswa S1 di India

Beasiswa ICCR (Indian Council of Cultural Relation) adalah salah satu beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah India melalui General Scholarship Scheme (GSS). Beasiswa ini diberikan kepada anak muda dari setiap negara partner untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi (S1/S2/S3) di salah satu perguruan tinggi negeri (public university) yang ada di India. Beasiswa ini merupakan merit-based scholarship yang mengutamakan kecakapan akademik dalam proses seleksi. Setiap tahunnya pemerintah India memberikan kurang lebih 20 beasiswa untuk mahasiswa Indonesia.

Komunitas Anak Halmahera (KAHERA) melakukan komunikasi dengan salah satu penerima beasiswa S1 ICCR, Edwin dari Ambon, Maluku yang sementara kuliah S1 Computer Science di Savitribhai Phule Phune University. Berikut ini adalah uraian Q & A yang kami ajukan kepada Edwin. Silahkan langsung menghubungi Edwin melalui kontak yang tertera dibawah artikel ini.

KAHERA: bagaimana proses aplikasi beasiswa untuk kuliah S1 di India? Dan apa persyaratan utamanya?

Edwin: seperti beasiswa lainnya, proses untuk mendapatkan beasiswa ICCR relatif sama. Semua required  dokumen dan application form harus di-submit oleh applicants dan aplikasinya bisa diunduh melalui website dari Indian Embassy di Indonesia (http://www.indianembassyjakarta.com/). Berikut ini merupakan persyaratan umum dari beasiswa ICCR.

  • Ijasah terkahir dengan IPK tidak kurang dari 2.75.
  • Marksheet/Academic Transcript dari pendidikan terakhir.
  • Semua dokumen harus di-translate ke Bahasa Inggris menggunakan jasa penerjemah tersumpah atau di-legalize oleh sekolah asal.
  • Short listed applicants diharuskan untuk lolos English Proficiency Test yang akan dilangsungkan di Indian Embassy/Consulates.
  • Khusus untuk Doctoral Applicants diharuskan untuk submit Sinopsis Research yang akan dilakukan.
  • Data Diri (Curriculum Vitae).
  • Certificate hasil TOEFL (minimal 500).
  • Surat Reekomendasi dari sekolah asal/ atasan tempat applicant bekerja.

KAHERA: tahapan-tahapan apa saja yang dilalui? Dan berapa lama prosesnya?

Edwin: proses dari awal submission sampai dengan akhir seleksi beasiswa memakan waktu kurang lebih 6-7 bulan. Tetapi untuk mendapatkan hasil yang memuaskan menurut saya, harus ada persiapan dan planing yang lebih awal. Mulai dari research soal beasiswa, persiapan TOEFL dan dokumen-dokumen yang diminta untuk saya pribadi membutuhkan waktu sekitar 6 bulan lebih awal dari opening date of applications. Berikut ini merupakan timeline dari beasiswa ICCR tahun 2016.

20 December 2015: Opening date of applications

31 December 2015: Closing date of applications

04-05 January 2016: Scrutiny of applications

06 January 2016: Short list of applicants elligible for English Proficiency Test Posted

11 January 2016: English Proficiency Test, followed by personal Interview

12-15 January 2016: Compilling and processing of applications in Jakarta

15 January 2016: Last date of receiving applications in ICCR, New Delhi

May-June-July 2016: Awardees notified; Pre-departure formalities

July-August 2016: Depart to India

KAHERA: apa kesan pertama setelah tiba di India?

Edwin: kesan pertama saya pada saat tiba di India sama seperti semua orang yang baru pertama kali menginjakan kaki di Negara yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Tapi untungnya saya sudah melakukan riset mengenai kota Pune yang akan saya tinggali untuk tiga tahun kedepan dan tekad saya sangat kuat untuk melanjutkan pendidikan. Jadi pada saat tiba saya tidak begitu kaget melihat keadaan yang ada. Mental baja sebagai seorang mahasiswa asing perlu dipupuk selagi masih ada di negeri sendiri karena akan ada perubahan drastis yang akan terjadi ketika menginjakan kaki di negara yang baru.

KAHERA: adakah culture shock yang dialami saat beberapa bulan menetap di India? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Edwin: tentu saja, mulai dari bahasa dimana rata-rata penduduk lokal tidak bisa berbahasa inggris membuat saya harus menggunakan bahasa isyrat pada waktu berinteraksi. Makanan orang India yang kaya akan bumbu sampai saat ini belum mampu saya kalahkan kecuali Chicken Biriyani dan Pav Bhaji (Roti dan Vegetable Sauce). Saat ini saya tinggal dengan dua mahasiswa dari South Sudan dan salah satu mahasiswa senior dari Indonesia yang notabene belum bisa memakan makanan India membuat kami masak sendiri di rumah so, no more food problem!!

KAHERA: menurut Edwin apakah anak-anak muda di Maluku/Maluku Utara memiliki kemampuan untuk bersaing diluar negeri khususnya di India?

Edwin: yes!! Tentu saja, asalkan ada kemauan dan mimpi serta dibantu dengan kerja keras untuk mendapatkan apa yang kita impikan. As Agnes Monica says,”DREAM, BELIEVE and MAKE IT HAPPEN.” Karena kesuksesan hanya akan datang bagi mereka yang punya persiapan yang mantap – Louis Pasteur.

edwin

Edwin (barisan depan urutan pertama dari kanan) merayakan Natal di India

 

Edwin Richard Huwae

Computer Science Major – Savitribai Phule Pune University

ICCR Scholarship Awardee

Whatsapp: +91-8554-019545

Facebook: https://web.facebook.com/edwinrichardhuwae

LinkedIn: https://in.linkedin.com/in/erichard99

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *