previous arrow
next arrow
Peace Awareness Campaign Project
Slider

#MenjangkauHalmahera

Menjangkau Halmahera adalah sebuah gerakan sosial yang perlu dilakukan dan jika bisa tertanam di setiap benak mereka yang peduli akan pendidikan anak bangsa. Jika boleh ini adalah resolusi tahun yang baru bahwa kita harus berlomba-lomba memanusiakan manusia tanpa peduli latar belakang suku, agama atau bahkan budaya yang berbeda. Pendidikan adalah bahasa universal yang seyogyanya menjadi motor pembangunan di setiap daerah apalagi di Halmahera dimana secara geografis dan infrastruktur kita tertantang untuk berusaha lebih keras dibandingkan mereka yang tinggal di wilayah dengan fasilitas pendidikan yang mumpuni. Tertantang karena situasi yang genting semestinya memberikan adrenalin yang lebih untuk bekerja ekstra agar perubahan bisa tercapai atau minimal terjadi.

19_mposter_front

Tidak penting apakah kita pengajar atau bukan, pendatang atau orang asli, lulusan SD maupun S2 yang penting maukah kita menjadi bagian dari perubahan? Atau perubahan itu hanya sebatas kata-kata yang dipoles dan ditulis di sosial media kemudian euforianya adalah gegap-gempita oleh banyaknya “like” dan “comment” setelah itu hilang. Kalaupun tidak minat mengajar mungkin bisa berkontribusi untuk hal-hal kreatif lainya agar otak dan tubuh kita tetap bekerja, tidak dibiarkan tumpul. Tetap berkarya untuk menghasilkan dampak positif bagi para pemuda di Halmahera.

Ini adalah ajakan untuk memulai sesuatu yang mungkin Anda sendiri ragu seperti saat saya sendiri ragu saat merangkai kalimat-kalimat ini. Di grup alumni beasiswa Amerika, koordinator kami memposting kutipan “What you are afraid to do is a clear indication of the next thing you need to do” inilah satu ketakutan terbesar untuk mengajak orang lain secara terbuka terlibat dalam sebuah gerakan sosial untuk mengajar atau berbagi kreatifitas di Halmahera. Kalaupun tidak ada yang tertarik minimal saya sudah melawan satu ketakutan “mengungkapkan isi hati” dan mungkin Anda masih memiliki “ketakutan” yakni berbagi pengetahuan karena takut pada keterbatasan, padahal belum tentu tidak bisa. (GYH)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *