previous arrow
next arrow
Slider

Komunitas dan Politik Praktis

Saya tertarik untuk menulis topik ini karena pengalaman pribadi saat kami coba membangun kerja-sama dengan beberapa pihak untuk melaksanakan program-program Komunitas Anak Halmahera (KAHERA) ada banyak yang sinis atau bahkan curiga. Sebenarnya hal ini normal terjadi karena kita berada di tahun politik dimana PILKADA bahkan sebentar lagi PILPRES. Namun tidak semestinya politik ditakuti, jika ada figur yang bagus dan punya konsep pembangunan daerah yang terukur kenapa tidak diundang kemudian diskusi secara terbuka, baik di kampus-kampus maupun secara live di radio, dengan begitu kita bisa paham apa isi “otak” dari sang politikus ini.

Anyway, itu sebatas pembukaan dan semoga tidak membosankan bagi yang membaca. Kata komunitas atau community di kamus Cambrige disebutkan “the people living in one particular area or people who are considered as a unit because of their common interests, social group, or nationality” . Di Indonesiakan, orang yang tinggal bersama – sama di wilayah tertentu atau orang yang dipandang sebagai sebuah badan/unit karena ketertarikan pada hal yang sama, grup sosial atau kebangsaan. Misalnya untuk ketertarikan yang sama ada komunitas pecinta sepeda dan untuk kebangsaan seperti komunitas Indonesia di Amerika yang kumpul-kumpul setiap minggu. Dikutip dari annehira.com, politik praktis adalah sebuah kehidupan politik yang saling memperebutkan kekuasaan. Agak ngeri juga kata “saling memperebutkan kekuasaan” mungkin secara halusnya menggunakan segala cara untuk tujuan pencitraan agar bisa kompetitif di panggung politik. Silahkan baca secara lengkap di blog annehira.com ada banyak artikel-artikel bermanfaat yang dibahas secara detail.

Meme Politik

Komunitas bisa saling terkait dengan politik praktis jika tujuanya memang kesana dan tidak ada yang salah dengan hal ini. Apalagi jika para kader di komunitas tersebut punya visi dan misi yang baik dalam pembangunan daerah, sayang untuk tidak mendukung. Namun kadang karena situasi politik di daerah yang memanas, hampir sebagian besar organisasi atau komunitas selalu dikaitkan dengan politik praktis, benar beberapa tapi tidak untuk semuanya. Banyak yang beranggapan bahwa setiap kegiatan positif yang berdampak bagi banyak orang pasti selalu ada motif politik, termasuk yang kami lakukan di komunitas ini. Sebenarnya gampang untuk membedakan organisasi dengan tujuan politik praktis, yang lebih ditonjolkan adalah “who is doing it” atau orangnya beserta janji-janji manisnya. Contoh gampangnya saat posting di Facebook komunitas ini hanya menonjolkan satu orang dan wajahnya yang paling penting, atau jika perlu wajahnya full satu postingan dengan kutipan pemberdayaan sementara yang dilakukan baru sebatas euforia. Saat pembuatan spanduk-spanduk kegiatan, yang lebih ditonjolkan adalah wajah figur orang tersebut bukan kegiatanya. Sementara komunitas yang fokus pada program lebih banyak berkegiatan, selalu bekerja dengan tim tidak penting siapa yang memimpin atau terlibat asalkan tujuanya satu: berdampak bagi banyak orang.

Rapat Panitia TGTC

Ide awal KAHERA hanyalah untuk saluran bagi saya juga rekan saya Elois untuk kami bisa melaksanakan program-program pemberdayaan serta energi yang sangat besar yang didapatkan saat kuliah di Amerika. Menurut hemat kami, sayang jika tidak dilaksanakan di Indonesia khususnya Halmahera, meskipun beasiswa yang kami dapat berasal dari pemerintah Amerika melalui lembaga AMINEF dan tidak ada “hutang” ke PEMDA setempat tapi kami memiliki tanggung-jawab untuk merealisasikan mimpi-mimpi ini. Kemudian tiga kategori dipilih karena urgent menurut kami, yakni pendidikan khususnya yang fokus pada pengembangan jurnalistik, multimedia dan Bahasa Inggris. Perdamaian karena Halmahera adalah wilayah bekas konflik jadi kita harus belajar untuk membangun persaudaraan tanpa memandang suku dan agama jika ingin daerah ini maju. Yang terakhir adalah lingkungan hidup yang selalu jadi “anak tiri” dalam setiap perencanaan pembangunan karena dianggap normatif atau cuma sekedar disebutkan di dokumen-dokumen pemerintah daerah, padahal dampak dari pengelolaan lingkungan yang tidak baik berimbas pada masyarakat luas juga pemerintah daerah. Misalnya sampah plastik yang butuh ratusan tahun untuk terurai tapi kita masih saja membuang di segala tempat bahkan di laut.

envirocare

Komunitas ini fokus pada pengembangan remaja dan anak muda karena di Halmahera banyak sekali generasi muda yang kreatif yang bisa diajak untuk melakukan hal-hal bermanfaat bagi dirinya sendiri juga orang lain. KAHERA juga adalah grup terbuka bagi siapa saja yang bergabung dan mau terlibat dalam kegiatan-kegiatan kepemudaan. Sumber pendanaan berasal dari bantuan perseorangan yang terlibat di komunitas ini juga swadaya dengan menjual merchendise agar bisa leluasa menjalankan program tanpa bergantung kepada pihak manapun. Jadi mungkin ada banyak yang beranggapan bahwa komunitas ini adalah cara untuk mendulang suara dalam arena politik. Biarlah itu terjadi karena sulit untuk merubah kebiasaan dan pola pikir yang sudah terbangun lama. Minimal kami bekerja-keras juga kreatif karena masa depan bangsa ini tidak bergantung pada mereka yang hanya bicara atau show-up di sosial media tapi nihil karya. (GYH)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *