previous arrow
next arrow
Slider

Ancaman Togutil Akejira (Bag. 2)

Keberadaan Suku Togutil di Akejira, Halmahera Tengah sudah banyak dikenal oleh masyarakat sekitar. Seperti misalnya keberadaan anak cucu Bapak Surdadu dan Ibu Burututu (Almarhum). Populasi Suku Togutil di Folajawa, Akejira hingga saat ini terhitung hanya 7 orang dan mereka masih mendiami wilayah Akejira, Halmahera Tengah khususnya dari Namo hingga Folajawa. Nawate, Yosua, Dalia, Yakuta, Elia dan Ibu Nawate, misalnya orang Togutil yang saat ini masih hidup dan tinggal, mendiami Hutan Akejira, Halmahera Tengah.

Namun, keberadaan beberapa perusahaan Tambang Biji Nikel yang beroperasi didaerah sekitar Akejira, Halmahera Tengah menjadi ancaman untuk suku Togutil tersebut, dikarenakan akan merusak daerah atau lingkungan dimana anak dan cucu bapak Surdadu tinggal pada saat ini. Selain itu keberadaan perusahan swasta tersebut akan berdampak pada perburuan sumber makanan suku Togutil karena berada di sekitar daerah Namo hingga Folajawa.

Nuku, Generasi Penerus Suku Togutil (foto oleh Barlinto)

Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) adalah Perusahaan Induk yang akan membangun pabrik pengelolaan Biji Nikel di kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) adalah perusahaan patungan dari tiga investor Tiongkok yaitu Tsingshan, Huayou dan Zhenshi. Kawasan industri ini telah menelan total investasi mencapai US$ 10 miliar, yang merupakan realisasi dari perjanjian antara Eramet group (Perancis) dan Tsingshan. Operasi dari kegiatan pertambangan ini dapat berdampak secara langsung pada komunitas Togutil yang ada di Akejira maupun di wilayah lainya yang masuk dalam wilayah konsesi pertambangan.

Konstruksi yang Dibangun oleh IWIP (sumber: industri.bisnis.com)

Selain itu keberadaan pemerintah lebih khusus Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah sampai saat ini tidak memikirkan secara luas, persoalan keberadaan suku Togutil yang populasinya hanya sedikit. Suku ini masih mendiami wilayah Pegunungan Akejira dan lembah Akejira, Halmahera Tengah. Bahkan, pemerintah daerah setempat tidak mempunyai solusi untuk persoalan tersebut, dan membiarkan perusahaan membabi buta untuk membuka lahan penambangan biji nikel oleh beberapa perusahan yang ada di Halmahera Tengah.

Apakah Pemerintah setempat akan terus berdiam diri melihat hal ini terjadi, tanpa mencari solusi dan membiarkan suku Togutil terancam? Hutan yang seharusnya menjadi tempat tinggal suku Togutil, akan dirusak oleh orang asing dan merampas hak tempat tinggal dimana suku tersebut berada saat ini? Padahal mereka hanya ingin kehidupan yang aman dan nyaman tanpa gangguan dari apapun, siapapun. Mungkin itu saja yang mereka inginkan. (Barlinto/VSM)

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *