previous arrow
next arrow
Slider

Oscar Untuk Parasite

Sekitar akhir tahun 2019 saya sempat nonton film asal Korea Selatan yang judulnya “Parasite”. Film ini disutradarai oleh Bong Joon-ho. Setelah nonton, film ini selalu terngiang – ngiang di kepala terkait perbedaan kelas sosial antara keluarga miskin, keluarga Kim yang diperankan oleh Song Kang-ho, Choi Woo-shik, Park So-dam dan Jang Hye-jin. Keluarga miskin ini berjuang untuk bisa bertahan hidup dengan numpang sinyal WiFi tetangga ataupun melipat kardus pizza hanya untuk mendapatkan tambahan pendapatan. Sementara keluarga kaya, keluarga Park yang diperankan oleh Cho You-jeung, Lee Syun-kyun, Jing Ji-so dan Jung Hyeon-jun tinggal dengan kondisi yang lebih baik dari keluarga Kim. Hampir semua hal terjamin dari guru bimbel untuk anak-anak mereka, pembantu sampai supir pribadi. Terkait plot cerita “Parasite” saya tidak perlu menjelaskan panjang-lebar, silahkan saja nonton di bioskop atau di DVD jika sudah dibuat, yang pasti worth it.

Hal yang menakjubkan dari film ini adalah menang piala Oscar, hampir semua media terkemuka di dunia bahkan acara talkshow membahas tentang menangnya Parasite. Piala Oscar adalah penghargaan tertinggi untuk semua insan perfiliman di dunia dan film Parasite secara menakjubkan masuk dalam 6 nominasi: Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Film Berbahasa Asing Terbaik, Naskah Asli Terbaik, Desain Produksi Terbaik dan Penyuntingan Terbaik. Film ini menang untuk kategori: Sutradara Terbaik, Film Berbahasa Asing Terbaik, Naskah Asli Terbaik dan penghargaan tertinggi sebagai Film Terbaik. Parasite bahkan film berbahasa asing pertama yang memenangkan kategori Film Terbaik. Bong Joon-ho memulai kuliah yang berbeda yakni jurusan Sosiologi di Universitas Yonsei di tahun 1988. Bong Joon kemudian melanjutkan untuk belajar film di Akademi Film-Seni Korea selama dua tahun, film pertamanya sebagai sutradara pada tahun 2000 dengan judul film “Barking Dogs Never Bite”.

Menangnya Parasite di Oscar adalah sejarah juga harapan baru untuk semua insan perfiliman di dunia bahwa mereka bisa menang meskipun tidak harus menggunakan embe-embel Bahasa Inggris cukup subtitle yang dapat dipahami. Hanya perlu originalitas dan kreatifitas yang tanpa batas untuk menciptakan film yang bermutu. Pemerintah Korea Selatan (Korsel) memang tidak main-main untuk memberikan dorongan masif pada industri hiburan di Korsel atau yang biasanya kita kenal dengan Korean Wave. Anggaran pada tahun 2014 sekitar 1% dari APBN mereka hingga naik sampai 1 miliar dollar atau sekitar 13 trilyun rupiah jadi tidak heran jika industri hiburan berkembang sangat pesat bahkan budaya dan bahasa Korea sangat diminati sekarang di hampir seluruh penjuru dunia. Di kampus-kampus di Amerika kenaikan untuk mahasiswa yang belajar bahasa Korea adalah 13%, padahal bahasa-bahasa lain mengalami penurunan peminat.

(ABC/ ERIC MCCANDLESS) KWAK SIN AE, BONG JOON HO, CAST AND CREW OF PARASITE

Keberhasilan pemerintah Korsel meng-ekspor budaya K-Pop ke negara-negara di Asia bahkan di dunia mungkin tidak akan bisa sukses tanpa didukung oleh masyarakat Korsel sendiri. Etos kerja orang Korsel yang pekerja-keras dan disiplin mungkin menjadi salah satu tolak ukur untuk keberhasilan Korean Wave mengguncang dunia. Menangnya Parasite adalah bukti semua orang punya kesempatan untuk berhasil dan bisa bersaing tanpa harus ada halangan bahasa, memang bahasa penting tapi kreatifitas dan kerja-keras tak’ akan pernah membohongi hasil. Parasite juga memberikan pelajaran untuk kita selalu berikan yang terbaik dalam setiap usaha, penghargaan tidak pernah jauh dari karya terbaik. Semoga suatu saat nanti Indonesia bisa punya karya terbaik yang menang Oscar. (GYH).

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *