Arrow
Arrow
group-photo-after-journalism-workshop
Slider

Dari Tobelo ke Australia (bag. 2)

Tiba di Australia bersama grup kami yang terdiri dari 23 orang mahasiswa Halmahera termasuk satu pendamping dosen merupakan hal yang “paling” bercampur – campur antara bahagia, tidak percaya dan agak ragu – ragu tentang iklim dan makanan di Australia. Pertama kali makan sandwich saat dari perjalanan Melbourne ke Shepparton, hampir rata – rata kami tidak bisa menyantap dengan lahap makanan tersebut karena lidah yang mungkin masih “kampungan”. Selalu ada hal – hal baru yang kami temui tiap hari, memang kadang tidak gampang untuk melewati hari – hari di sana tapi untunglah kami masih dalam satu grup sehingga banyak hal dilewati secara bersama – sama meskipun menjadi “grup” juga punya tantangan tersendiri karena kita harus belajar menerima karakter dan kebiasaan orang lain yang tentunya beda dengan pribadi kita. Saya bagi dalam beberapa kategori untuk pengalaman di Australia selama 7 bulan:

1. Iklim dan Makanan di Shepparton, Australia.

Shepparton adalah sebuah kota pertanian dan perkebunan terkenal di Australia, jarak tempuh sekitar 2 jam perjalanan dari Melbourne, ibukota negara bagian Victoria. Iklim di Shepparton terbagi atas musim panas (summer), gugur (autumn), dingin (winter) dan musim semi (spring). Cuaca terpanas biasanya saat “summer” di bulan Januari dengan rata – rata suhu 31.7 derajat celcius, dan suhu rata – rata di musim dingin berkisar 3.2 derajat celcius. Curah hujan sangat kurang di wilayah ini hingga masyarakat lokal membuat kolam untuk menampung air hujan yang disebut “billabong”. Hampir di setiap wilayah pertanian/perkebunan kolam – kolam ini sangat di andalkan untuk mengairi tanaman mereka melalui pipa dengan berbagai macam ukuran.

kyabram-1

Peta kota Shepparton di Neg. Bagian Victoria

Makanan di Shepparton sangat “western food” rata – rata makan siang tidak dengan porsi yang besar, beda dengan kita yang mungkin porsi jumbo sudah dimulai saat sarapan. Pagi biasanya sarapan dengan sereal dan roti, karena kami sekelompok anak – anak Halmahera di Australia jadi makanan harus diatur agar bisa cukup hingga beberapa bulan ke depan. Makan siang biasanya sandwich, yang kadang membuat perut agak mual karena tidak terlalu terbiasa dengan makan roti – rotian saat siang hari. Makan malam adalah yang paling ditungu – tunggu karena biasanya berfariasi, steak, burger, chicken sauce, mashed potatoes dsb. Karena di Shepparton banyak buah dan sayur jadi kebutuhan akan vitamin dan serat untuk tubuh lebih dari cukup. Saat kumpul dengan orang Australia, barbeque menjadi hal wajib untuk dilakukan dan ingat laki – laki atau perempuan harus sama – sama membantu untuk memasak atau membersihkan ruangan sebelum dan sesudah acara, itu wajib hukumnya!. Mungkin agak beda dengan kita para pria di Indonesia, khususnya di Maluku yang tinggal duduk manis dan wanita yang sibuk bolak – balik dapur.

IMG_0544

Barbeque bersama di bulan Januari 2009

2. Budaya dan Aksen Australia

Rata – rata orang Australia atau “Aussie” di tempat yang kita tinggal sangat ramah dan selalu tersenyum, karena kami tinggal di asrama yang dekat dengan kampus, hampir tiap hari kami bertegur sapa dengan mahasiswa yang lain, selalu saja dari mulut mereka keluar kata “hi guy!” atau “g’day mate!” kadang kami paham, kadang juga kami tersenyum karena blank. Para anak muda Aussie sangat pekerja keras, mereka sibuk dengan kuliah atau kerja. Kerja bisa dimanapun termasuk di toko swalayan yang kadang kalau kita di Indonesia itu adalah pekerjaan yang tidak elit. Malam hari atau saat akhir pekan anak muda Aussie pergi ke pesta – pesta yang diundang teman – teman mereka. Saat di kelas kadang kami agak bingung untuk mendengarkan penjelasan dari dosen – dosen yang memang “native” aussie atau kiwis (sebutan untuk orang New Zealand), karena menggunakan aksen mereka masing – masing, jika menemukan hal yang seperti ini jangan ragu – ragu untuk meminta agar dosen menjelaskan secara pelan dan jika perlu mengulangi penjelasan yang tidak dipahami.

100_1619

Membuat musik Yangeree di kampus

Next post tentang berpetualang di kota – kota yang ada di Neg. Bagian Victoria, Australia. Terima kasih telah membaca!

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

You may also like...

2 Responses

  1. Johana says:

    Keren Glend. I like it 🙂

  2. Terima kasih ibu Ana, when I have more time I try to finish all of the story of Oz Team III, hope other Oz Team would interest to write the story about them 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *