Arrow
Arrow
group-photo-after-journalism-workshop
Slider

Apel Australia

Buah apel adalah buah yang paling langka waktu saya kecil. Teringat waktu di Tobelo, Halmahera Utara saat bermain – main dengan teman – teman di hutan dan menemukan buah jambu hutan yang berwarna merah, dalam bahasa lokal disebut “gora utang” , saya dan teman – teman selalu berebut untuk naik pohon meskipun hanya sebuah, karena kami menganggap itu adalah buah apel. Saya tidak pernah sedikitpun menyesal hidup dan besar di daratan Halmahera, karena pengalaman itulah yang membuat saya benar – benar makan buah apel yang nyata langsung dari pohonya dan bahkan saking terlalu banyaknya, buah apel yang diaanggap nomor wahid di Australia “Pink Lady”, sering kami buang dan menginjak – injak apel tersebut.

manzana-pink-lady

Saat kami magang di kebun buah (di Australia disebut “orchard”) ada banyak jenis buah yang sebelumnya kami hanya liat di majalah atau televisi sudah kami nikmati, buah pear, plum, peaches dsb. Memang bukan sesuatu yang harus dibanggakan namun paling tidak bisa “membalas dendam” rasa penasaran akan buah – buah yang sulit kami dapatkan waktu kecil. Tidak hanya buah – buah yang kami dapatkan, lebih dari pada itu adalah pengalaman berharga saat magang di orchard. Sebelum memulai kegiatan magang, kami dibagi atas beberapa grup dengan komposisi satu grup terdiri dari tiga orang. Saya dan teman – teman belajar banyak dalam kegiatan magang ini, karena kerja tim sangat diperlukan. Kami selalu bekerja sesuai dengan target yang ditetapkan dan persaingan antar tim sangat ketat, untuk bisa kompak dalam tim kami harus saling mendukung satu dengan lainya. Apalagi jika buah yang dipetik adalah buah apel, sulitnya minta ampun tidak seperti memetik kelapa di Halmahera yang tinggal dipotong tangkainya, jatuh keatas atau kebawah urusan belakangan asalkan sudah dipotong. Saat memetik buah apel apalagi instruksinya untuk memenuhi permintaan export, maka kami harus mengikuti ukuran buah yang diberikan oleh pengawas, selain itu karena kulit dan daging buah apel sangat lembut maka saat memetik tidak boleh terlalu ditekan, jika ditekan agak kuat maka akan bruised atau memar dan buah apel yang memar akan dibuang tidak akan digunakan. Kadang kami dilema antara kerja yang berkualitas tapi lambat atau sesuai target tapi malah dibuang apel milik kami, tapi disitulah kami belajar tentang filosofi memetik buah apel di orchard, bahwa pekerjaan yang berkualitas itu tidak selamanya lambat atau sesuai dengan target, apapun yang dikerjakan berikan yang terbaik dan selesaikan semuanya bersama tim tanpa harus saling menjatuhkan.

Oz Team 7 Woodlands

Panen apel pink lady oleh grup OZ Team 7

Apel yang menarik di pasaran sesungguhnya adalah sebuah proses yang panjang, mulai dari saat pembenihan, penjarangan hingga memetik-pun kita harus benar – benar memperhatikan agar apelnya tidak memar, bukan cuma dengan tenaga tapi juga perasaan. Saya percaya sesorang yang punya kualitas hidup yang baik di dunia ini pasti telah melalui banyak tantangan dalam hidupnya, hingga akhirnya hanya dengan hati dia bisa mengendalikan dirinya saat berada di puncak kejayaan.

Sebelum menutup cerita ini saya hanya membayangkan jika saat itu Steve Jobs lahir dan besar di Halmahera saya yakin nama produk handphone yang sangat terkenal sekarang pastilah bukan “Apple”, yang menurut beliau gampang ditemukan dan disukai semua orang, karena sulit menemukan buah apel di Halmahera kemungkinan nama produknya adalah “Gora” atau Iphone Gora. (Facebook: Glend)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *