previous arrow
next arrow
Slider

Kenapa Orang Amerika Lebih Memilih Community College?

Sore itu setelah selesai kelas, saya langsung ke halte bis menunggu trolley (istilah bis gratis di kota Scottsdale), seorang anak muda belasan tahun datang mendekat dan bertanya “do you know what’s time the trolley will arrive?” dengan PD tingkat dewa saya menjelaskan tentang jadwal bis, padahal saya baru sebulan dan dia dari lahir hingga masuk kuliah tinggal di Scottsdale, aneh? Tidak juga karena kebanyakan orang – orang Amerika yang tinggal di Arizona memiliki mobil masing – masing dan tidak familiar dengan angkutan umum. Cerita berlanjut ternyata ibunya berasal dari Filipina. Umurnya baru 18 tahun dan memilih kuliah di Scottsdale, kemudian setelah dua tahun berencana untuk transfer ke salah satu universitas terkemuka di Arizona. Alasanya biaya di College lebih murah sekitar $3000/tahun jika dibandingkan dengan universitas bisa lima kali lipat biayanya. Atau secara statistik, setelah diskusi dengan beberapa orang di Scottsdale, biaya per tahun di Community College hanya berkisar 35% dari total biaya kuliah per-tahun di universitas di Amerika. (www.marketwatch.com) Tidak hanya Alex, mahasiswa keturunan Filipina yang memilih untuk kuliah di Scottsdale Community College, banyak anak – anak muda di Amerika melakukan hal yang sama karena beberapa faktor:

1. Effisiensi Biaya
Kuliah di Community College sangat efisien khususnya untuk para mahasiswa yang pendapatan per bulan tidak terlalu besar, karena harus membayar biaya bulanan seperti sewa apartemen, bensin di mobil dsb. Rata – rata anak muda di Amerika memang sudah harus mandiri sejak dari SMA dan meskipun masih tinggal di rumah orang – tua, mereka harus mencari pekerjaan tambahan untuk biaya mereka sendiri.

2. Professor/Pengajar Memiliki Pengalaman Luas di Dunia Kerja
Selain lebih murah, rata – rata Professor/Pengajar di Community College berlatar belakang profesi yang sudah memiliki pengalaman bertahun – tahun di dunia kerja. Misalnya professor Bahasa Inggris saya, dia berlatar belakang teknik yang sudah bekerja di hampir seluruh benua dari perusahaan minyak hingga nuklir. Dosen Public Relations, pernah jadi P.R. praktisi dari tim basket terkenal di Amerika, Chicago Bulls, dan dosen Grafis Desain adalah seorang designer dan memiliki perusahaan grafis desain terkemuka di Arizona.

3. Mudah Berinteraksi dengan Professor di Kelas
Ukuran kelas yang tidak terlalu besar dan jumlah mahasiswa yang kurang dari 25 orang/kelas, sangat ideal untuk langsung bertanya dan berdiskusi dengan dosen saat proses belajar mengajar. Pengetahuan terapan dan jangka waktu kuliah yang tidak terlalu lama untuk mendapatkan pekerjan juga menjadi alasan utama kebanyakan masyarakat di Amerika memilih kuliah di Community College.

11951802_751869801608657_7346921624543304461_n

Scottsdale Community College. Copyright photo @SCC FB Page

Community College sangat diminati oleh masyarakat Amerika karena selain bisa di akses oleh sebagian besar lapisan masyarakat juga memiliki sumber daya pengajar yang mumpuni. Lain di Amerika, lain di negara kita tercinta. Di Indonesia, kampus atau kuliah dengan istilah “3D”, D1, D2, D3 sangat tidak populer bahkan kadang dipandang sebelah mata, yang sangat di idam – idamkan oleh anak – anak muda yaitu segala sesuatu yang berbau “S”, S1, S2, S3 dsb. Padahal di Amerika kuliah di Community College sangat dihargai, ada karyawan yang sudah bertitel Master harus mengambil kuliah di Community College sebagai persyaratan tempat dimana dia bekerja. Salah satu teman saya di kelas Bahasa Inggris, posisinya sebagai Software Engineer dan diminta oleh perusahaanya untuk mengambil sertifikasi di Scottsdale C.C. Beragam yang kuliah disini, mulai dari musik DJ, pemilik perusahaan, karyawan, ibu rumah tangga bahkan ada nenek – nenek yang satu kelas dengan saya di mata kuliah Desain Grafis. Itulah orang Amerika semangat belajar mereka sangat tinggi, waktupun selalu dihargai mahal harganya.

11888045_748437381951899_6974147725816417229_n

Acara Orientasi di Kampus SCC tahun 2015. Copyright photo @SCC FB page

Bukan berarti kita di Indonesia tidak bisa, kita juga bisa asalkan kampus – kampus di Indonesia tidak terlalu mementingkan ego kampus masing – masing dan merasa mereka lebih prestisius, khususnya universitas – universitas elit di Indonesia. Semestinya kampus – kampus besar turut memberdayakan kampus – kampus kecil yang jauh di pedalaman Indonesia. Saya tidak bisa membayangkan, kami yang kuliah di Indonesia Timur yang segala sesuatu serba terbatas dan hanya lulusan kampus lokal kadang tidak diterima untuk transfer di kampus – kampus di Indonesia bag. Barat, seakan – akan kami berasal dari planet lain. Belum lagi melamar kerja, dengan ijazah kampus lokal kadang dianggap tidak kompoten, padahal tidak demikian, kita semua sama, memiliki tubuh, darah dan otak yang sama. Yang membedakan hanya seberapa giat kita berusaha. Mungkin kita lupa kalau matahari selalu terbit dari Timur, kitalah yang lebih dulu menyapa matahari, kitalah yang lebih dulu bangun dan bekerja! (GYH)

Sumber:
Biaya kuliah di Amerika : http://www.marketwatch.com/story/four-reasons-to-choose-community-college-2013-11-15

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

You may also like...

8 Responses

  1. Batseba Tjie says:

    Artikel yang sangat inspiratif. Mantap Glend, proud of you. Gbu always. 🙂

  2. Good job mate, keep going to strugle

  3. Rina says:

    Nice Glend! Keep writing 🙂

  4. Apner Songa says:

    You’re great K Glen. i do believe that one day you’ll be a famous writer. GBU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *