Arrow
Arrow
group-photo-after-journalism-workshop
Slider

CorelDraw VS Adobe Illustrator

Di Indonesia para grafis desainer atau yang tertarik dengan dunia seni komputer pasti sudah sangat familiar dengan software asal Kanada yang dirilis pada tahun 1989, CorelDraw, karena selain banyak tutorial yang tersedia secara online juga penggunaan CorelDraw sangat mudah dan bisa digunakan oleh siapa saja. Itulah yang ada di benak saya sebelum menginjakan kaki di Amerika. Kebetulan karena ketertarikan di dunia grafis desain, meskipun masih pemula dan alasan lainya yaitu berkaitan langsung dengan fokus ilmu yang saya ambil di SCC, public relations. Saya kemudian mengambil dua kelas grafis desain di Scottsdale Community College. Saya sempat bingung karena setelah lihat – lihat di keterangan mata kuliah grafis desain, semua menggunakan program Adobe, yang saya sendiri sangat tidak familiar dengan beberapa program Adobe. Sedikit gambaran tentang Adobe, atau Adobe Systems Incorporated adalah perusahaan multinasional Amerika yang bergerak di bidang software komputer. Ditemukan pada bulan Februari tahun 1982 oleh John Warnock dan Charles Geschke. Program yang paling sering kita pakai di Indonesia yaitu Photoshop dan Portable Document Format (PDF).

Wajah saya bertambah kerut ketika mengikuti wawancara dengan staf media center di kampus untuk kegiatan magang, salah satu pewawancara bertanya “do you know how to use adobe Illustrator?”; saya kemudian menjawab “I know how to use CorelDraw”, dia kemudian membalas “we don’t use CorelDraw here”. Dalam hati saya “WHAT??”. CorelDraw yang saya bangga – banggakan ternyata tidak dipakai di Amerika. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya baru menyadari ternyata orang Amerika sangat setia dalam penggunaan produk yang “made in U.S.”. Mungkin tidak semua kalangan masyarakat di Amerika yang menggunakan produk Adobe atau fanatik dengan produknya sendiri, karena CorelDraw buatan Kanada. Namun paling tidak sudah membuat saya iri karena mereka sangat bangga dengan buatan dalam negeri. Mungkin kita di Indonesia belum terlalu banyak memiliki software – software buatan dalam negeri, namun paling tidak cobalah untuk mencintai produk kita sendiri, apapun jenis produknya. (Facebook: Glend)

contoh desain di kaos yang saya buat dengan CoralDraw:

T-Shirt Design_North Maluku_front

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *